Gaya Kepemimpinan Dan Produktivitas Kerja oleh Antoni.,SE.,ME
Gaya Kepoemimpinan
Oleh : Agus Krisdianto ST,MM

Kepemimpinana memainkan peranan yang amat penting, bahkan dapat dikatakan amat menentukan dalam usaha pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pimpinan membutuhkan orang lain, yaitu bawahan untuk melaksanakan secara langsung tugas-tugas, di samping memerlukan sarana dan prasarana lainnya. Kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang mampu menumbuhkan, memelihara dan mengembangkan usaha dan iklim yang kondusif di dalam kehidupan organisasional.
Gaya Kepemimpinan Dan Produktivitas Kerja oleh Antoni.,SE.,ME
Bennis (dalam Kartono, 1982) memberi batasan kepemimpinan sebagai “… the process by which an agent induces a subordinate to behave in a desired manner" (proses yang digunakan seorang pejabat menggerakkan bawahannya untuk berlaku sesuai dengan cara yang diharapkan). Dari defenisi di atas dapat dinyatakan bahwa kepemimplnan adalah merupakan proses mempengaruhi atau menggerakkan bawahan (followers) agar mau melaksanakan apa yang diinginkan atau diharapkan oleh pimpinan tersebut. Oleh karena pentingnya peranan kepemimpinan di dalam kehidupan organisasional, ada pakar yang menyebut bahwa "Leadership is getting things done by the others".
Gaya Kepemimpinan Dan Produktivitas Kerja oleh Antoni.,SE.,ME
Seorang pemimpin di dalam melaksanakan kepemimpinan haruslah memiliki kriteria-kriteria yang diharapkan, dalam arti seorang pemimpin harus memiliki kriteria yang lebih dari pada bawahannya misalnya jujur, adil, bertanggung jawab, loyal, energik, dan beberapa kriteria-kriteria lainnya. Kepemimpinan merupakan sebuah hubungan yang kompleks, oleh karena berhadapan dengan kondisi-kondisi ekonomi, nilai-nilai sosial dan pertimbangan politis.

 
PENDELEGASIAN 07/26/2008
 

PENDELEGASIAN
Oleh : Agus Krisdianto ST,MM


  A.PENDAHULUAN
Mungkin kita sering mendengar kata pendelegasian pekerjaan , namun tak sedikit juga dari kita sebetulnya belum memahami secara mendalam apa makna dan implikasi pendelegasian pekerjaan itu. Sebenarnya, apakah pendelegasian itu?  

Pendelegasian adalah “to get work done through other people” , sehingga boleh dikatakan sebagai salah satu pilar utama manajemen. Salah satu ciri pimpinan  yang bagus adalah lancarnya proses pendelagasian.  Sementara ada yang berkata, "Sharing is delegation." Pernyataan ini adalah prinsip dasar umum yang menjelaskan apa sebenarnya pendelegasian itu. Bagian ini secara khusus akan menguraikan pengertian pendelegasian serta semua aspek terkait yang ada di dalamnya.

Beberapa gejala dapat diindentifikasikan untuk menujukkan kurang mulusnya proses pendelegasian. Jika penanganan situasi “krisis” dan tindakan–tindakan berbentuk “pemadam kebakaran”  menjadi pola yang umum dalam perusahaan hampir dapat dipastikan terjadi masalah dengan pendelegasiaan. Ketidakberesan  pendelegasian juga nampak ketika pekerjaan menjadi lambat atau terhenti jika si pimpinan tidak berada di tempat.

B. PENGERTIAN PENDELEGASIAN

Robert Heller mendefinisikan pendelegasian sebagai mempercayakan pekerjaan pada orang lain akan tetapi tanggung jawab atas pekerjaan atau pekerjaan tersebut masih berada di tangan pendelegasi. Tony Atherton  mendefinisikan pendelegasian pekerjaan sebagai mempercayakan wewenang dan tanggung jawab kepada orang lain untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang didefinisikan dengan jelas, dan disetujui di bawah pengawasan pendelegasi sambil tetap memegang seluruh tanggung jawab atas keberhasilan pekerjaan atau pekerjaan itu. Dari uraian tersebut diatas  dapat disimpulkan bahwa :

Pendelegasian ialah proses terorganisir dalam kerangka hidup organisasi/keorganisasian untuk secara langsung melibatkan sebanyak mungkin orang dan pribadi dalam pembuatan keputusan, pengarahan, dan pengerjaan kerja-yang berkaitan dengan pemastian tugas.
Pendelegasian ialah tindakan memercayakan tugas (yang pasti dan jelas), kewenangan, hak, tanggung jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban kepada bawahan secara individu dalam setiap posisi tugas. Pendelegasian dilakukan dengan cara membagi tugas, kewenangan, hak, tanggung jawab, kewajiban, serta pertanggungjawaban, yang ditetapkan dalam suatu penjabaran/deskripsi tugas formil dalam organisasi.
Ada beberapa alasan mengapa pimpinan harus melakukan pendelegasian , yaitu :

1.      Untuk mengembangkan organisasi
2.      Menghemat waktu bagi pimpinan
3.      Memotivasi dan mengembangkan bawahan.

“Dengan melakukan pendelegasian,  Anda mungkin tidak dapat bekerja dengan tingkat efisiensi 100 %, namun Anda dapat berprestasi pada tingkat 100 %,  200 % atau bahkan 1000 % dari apa yang dapat Anda capai bila mengerjakan  segala sesuatunya sendiri” sebuah ungkapan yang mengena untuk mendobrak resistensi terhadap pendelegasian pada masa lalu.

C. DASAR  PENDELEGASIAN

” Mengapa pendelegasian itu penting?" Atau "mengapa pendelegasian itu penting dalam hidup dan kerja suatu organisasi?" Pendelegasian itu sangat penting bagi hidup dan kerja setiap organisasi dengan alasan-alasan mendasar berikut di bawah ini.

Pemimpin hanya dapat bekerja bersama dan bekerja melalui orang lain, sesuatu yang hanya dapat diwujudkannya melalui pendelegasian.
Melalui pendelegasian, pemimpin memberi tugas, wewenang, hak, tanggung jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban kepada bawahan demi pemastian tanggung jawab tugas (agar setiap individu peserta suatu organisasi berfungsi secara normal).
Dengan pendelegasian, pekerjaan keorganisasian dapat berjalan dengan baik tanpa kehadiran pemimpin puncak atau atasan secara langsung.
Dalam pendelegasian, pemimpin memercayakan tugas, wewenang, hak, tanggung jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban yang sekaligus "menuntut" adanya hasil kerja yang pasti dari bawahan.
Dalam pendelegasian, pemimpin memberikan tugas, wewenang, hak, tanggung jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban yang sepadan bagi pelaksanaan kerja sehingga bawahan dengan sendirinya dituntut untuk bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan kerja.
Mendelegasikan atau pelimpahan pekerjaan pada bawahan, seringkali dipandang sebagai suatu keuntungan atau fasilitas yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Namun cukup mengejutkan mengetahui ternyata tidak semua menyukai dan mempergunakannya, saat menjadi pemimpin. Ada beberapa alasan yang mendasari atasan sehingga tidak melakukan pendelegasikan pekerjaan , yaitu :

1.      Tidak mengerti pekerjaan apa yang harus di delegasikan
2.      Tidak yakin bawahannya dapat mengerjakan sesuai standart kerjanya
3.      Menganggap bila dikerjakan sendiri akan lebih cepat selesai
4.      Tidak percaya terhadap kemampuan, pengetahuan dan keahlian kerja bawahan
5.      Bawahannya semua telah cukup sibuk dengan pekerjaannya masing-masing
6.      Tidak mengerti cara mendelegasikan pekerjaan dengan efektif
7.      Khawatir bila mendelegasikan pekerjaan, dirinya sendiri tidak melakukan apa-apa

Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi. Pada beberapa perusahaan, seorang pimpinan  justru mempergunakan pendelegasian pekerjaan sebagai alat "penyundul" posisi. Dengan menunjukkan bahwa bawahannya dapat mengerjakan sebagian pekerjaannya dengan baik, maka atasan memiliki alasan untuk meminta tanggung jawab yang lebih. Otomatis, dengan berkembangnya lingkup pekerjaan yang dikerjakan, seorang pimpinan tersebut pun dapat berharap mendapatkan penilaian kinerja yang baik dan promosi.

D. Penutup

Pendelegasian tidak hanya melulu mencangkup pelimpahan pekerjaan pada bawahan, tapi juga harus merupakan pembangunan iklim kerja berdasarkan kepercayaan serta merupakan proses peningkatan motivasi kerja pegawai. Terasa sulit memang, namun bukan berarti tidak dapat dipelajari.

Setiap pemimpin yang baik perlu memahami serta menerapkan pendelegasian dengan penuh tanggung jawab apabila ia menghendaki keberhasilan dalam kepemimpinannya. Pemimpin yang baik akan memahami bahwa ia hanya dapat bekerja dengan baik apabila ia dapat bekerja bersama dan bekerja melalui orang lain ( para bawahan ). Untuk mewujudkan kerja sama ini, pemimpin dapat mewujudkannya melalui pendelegasian, dimana pendelegasian dapat dilakukannya berdasarkan patokan seperti yang disebut diatas. ( krisPA30 )

 
 

Menjadi Manusia Luar Biasa

Oleh : Agus Krisdianto ST,MM

 

Manusia hebat dari lahir tidak pernah ada dalam dunia ini , yang ada hanyalah dalam mitos , cerita , komik atau film. Kita mengenal Herkules putra Zeus ( dalam mitos Yunani ) , Gatotkaca ( dalam mitos Mahabarata ) atau Superman ( dalam cerita komik yang difilmkan ). Orang-orang hebat adalah orang-orang bias yang memiliki tekad luar biasa. Salah satu motto pasukan elit Angkatan Laut Amerika , Navy Seals , adalah ” Kami bukanlah orang-orang luar biasa tapi kami adalah orang biasa yang mendapat latihan luar biasa untuk menjadi luar biasa”.

Ketika banyak orang menyerah , maka satukan tekad anda dan kepalkan tangan anda untuk tidak menyerah , tarik nafas dalam-dalam dan katakan ” Aku Bisa ! ”. Masih jelas dalam ingatan kita , ditahun 1998 ketika terjadi krisis ekonomi dan harga BBM mulai merangkak naik , sementara gaji kita kenaikannya tidak sebanding dengan inflasi. Apa kita menyerah ? Apa kita putus asa ?Tidak. Kita tertegun sesaat dan berpikir keras untuk mampu bertahan. Dan benar , kita telah bertahan dan mampu mengatasi persoalan hidup , meskipun hampir tiap 2 tahun kemudian harga BBM naik hingga kemarin pada tanggal 23 mei 2008. Sekali lagi apakah  kita menyerah ? Putus asa ? Tidak. Ketika anda membaca tulisan ini , Anda Bisa ! . Anda bisa mengalahkan semuanya , karena anda adalah manusia luar bisa !.

Saya pernah menulis tentang berharganya sang waktu. Seorang atlit triathlon ( cabang olah raga yang mempertandingkan lari ,renang dan bersepeda ) belajar untuk menjadi ” terbiasa ”. Dimana ia akan terus berlari .berenang dan bersepeda hingga kecapekan , tetapi ia tidak akan pernah berhenti. Atlit yang  ” tidak terbiasa ” tentu akan menyerah bila ia kecapekan. Tetapi atlit triathlon tersebut tahu bahwa ia dapat menahan rasa capek dan kesakitan itu lebih lama , ia akan menjadi ” terbiasa ”.

Jika seorang juara dapat bertahan 5 menit lebih lama menahan rasa capek , sakit dan letih dibandingkan dengan arlit dibelakangnya , maka ia dapat memenangkan lomba tersebut. Bertahan 5 menit lebih lama artinya anda memiliki kelebihan dibandingkan orang lain berupa kesabaran , ketekunan , keseriusan , ketabahan , dan sebagainya. Semua itu adalah modal sukses anda.

Anda tentu masih ingat kisah tentang Jenderal Napoleon Bonaparte , seorang panglima perang , kaisar perancis , paling hebat dijamannya. Namun , ia kalah perang di Waterloo oleh Duke of Wellington , Komandan Paukan Inggris saai itu. Banyak orang bertanya-tanya , mengapa? menggapa? ” apakah tentara Inggris lebih kuat ?” , ” tidak” jawab Napoleon. ”Apakah tentara Inggris mempunyai meriam lebih kuat ? ” , ” tidak ” jawab Napoleon. ”Atau  apakah tentara Inggris lebih Banyak ?’ , ” tidak ” jawabnya lagi. Napoleon kemudian berkata ” Tentara Inggris berperang 5 menit lebih lama dibandingkan tentara Perancis ”. Tentu , anda kan tertawa bila cara berperang ini diterapkan sekarang , namun ada satu pelajaran yang dapat diambil , yaitu mereka yang berperang dan mampu berjuang lebih lama yang akan memenangkan  peperangan / pergumulan.

Ralp Waldo Emerson pernah berkata , ” A hero is no braver than anyone else , he is only brave five minute longer “. Seorang pahlawan bukanlah seorang yang lebih berani dibandingkan siapapun ,tetapi ia hanya berani 5 menit lebih lama dibandingkan yang lain. ( Dharmawangsa , 2007 ). Dalam menghadapi pergumulan ini , ibarat anda bertarung dengan harimau , maka anda tidak akan berhenti bertarung meskipun anda letih tetapi anda akan berhenti bertarung ketika sang harimau berhenti karena letih. Anda pasti akan memenangkan pertarungan itu.

Dalam hidup ini  kita selalu dihadapkan pada kekecewaan , kegagalan dan kekalahan. Tetapi janganlah nada berpikir sempit , keran itu akan menutupi cara pendang anda akan keberhasilan anda. ” Kekalahan terbesar dalam hidup kita adalah bila kita menyerah ” kata Thomas Alva Edison. Saya yakin bila anda mampu menahan permasalahan anda 5 menit lebih lama , maka anda akan menjadi  ” Manusia Luar Biasa ”. ( Kris-PA30)

 

Create a free website with Weebly
Manajemen